Hai '16: Tahun Berjuta Harapan dan Hal Baru

Ngga kerasa besok sudah tahun 2016. Tahun esok adalah tahun yang spesial bagi saya, karena di tahun ini saya akan menghadapi UN dan PREDIKSI UN di sekolah saya menggunakan CBT (Computer Based Test). Hanya PREDIKSI. Ntahlah ke depannya....


Rasanya saya ingin mengakhiri tahun ini dengan bermain Time Crisis 3 di Timezone Grage Mall. Tapi saya baru inget Timezone Card-nya ada di dompet, dompetnya ilang, dan saldonya masih ada sekitar Rp. 100.000. Baru diisi pula. Damn! Suatu kecerobohan yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Ah, mungkin versi lepi ada, ckckckckckckck........ ah ga seru, ga bisa berduaan, terus bingung, mainnya pake console ga ya kyk di ps2?
Awalnya mau bikin Timezone Card baru, tapi bikinnya brp? Saya udh lama ngga ke Timezone, lupa kapan terakhir kesana. Udah saya abisin lagi uang jajan waktu masih sekolah, nasib ora bisa dipungkir. Jadi saya habiskan bersama selingkuhan (baca: gadget) seharian jenuh di rumah. (-_-")


Potongan rambut pun sudah ganti, pfffftttt... dari cepak jadi ...


Haha...  transformasi saya cpt sekali :D gaya apa saya ga tau karena potong di pangkas rambut biasa, bukan Barbershop.


Ganti topik :D (eh). Tahun 2016 akan menjadi saksi bisu harapan seluruh anak-anak Indonesia yang akan menghadapi UN tahun ini. Sama seperti tahun lalu, ada yang minta lulus, minta dimudahkan dalam mengerjakan soal UN nanti, minta nilai UN besar, dll. Saya masih ingat, guru agama saya pernah berkata "Jangan minta nilai besar, mintalah kemudahan dalam memilih SMA Negeri favorit saja sudah cukup. Insya Allah, Allah akan mudahkan segala jalan yang ditempuh untuk meraih hal itu, termasuk kemudahkan dalam mengerjakan soal UN nanti." Itu yang saya rekam dan pegang erat kata2 itu karena masuk SMA adalah yang paling real dibandingkan nilai besar yang belum tentu kita bisa gapai. Tapi tetaplah kita berdoa dan berusaha untuk menggapainya. Allah bersama kita semua.


Buka lembaran hari esok untuk masa depan yang cerah.
Salam!

Komentar