Beberapa minggu yang lalu, cuaca cirebon sangat panas. "Sedina panas bae, kapan udane ya?" Mungkin itu jeritan hati saya (eaaa). Memang, cirebon (terutama klayan) belum ditimpa hujan sama sekali. Maklum wilayah saya jauh dari langganan hujan (Majalengka, Kuningan). Jadi setiap hari, ya "srengenge lagi nggantung ning jagat bebas bli ketutup mega." Saya butuh yang menyegarkan dan ternyata ada tukang es cuwing sedang mangkal. Es cuwingnya pun langganan dulu pas masih kecil. Saya lupa namanya, yang pasti ini langganan saya. Es cuwingnya memang terkenal enak dan segar. Tapi setelah saya smp, sudah jarang lewat rumah. "Mang, es cuwinge siji," "Yo." Saat membeli, saya kaget lantaran cuwingnya masih banyak. Biasanya kalau sudah jam 2 atau 3 sore sudah habis. Ternyata belum. "Durung entong ta mang?" "Masih akeh, nembe laku pira" "Biasae wis entong jam semene" "Wah jaman sekiyen mah pada bli doyan cuwing...
H uruf Carakan pada awalnya menyatu dengan ejaan Devanagari karena digunakan untuk surat-menyurat raja dan kepentingan Agama Hindu. Tetapi sudah berubah karena mengikuti puisi Ajisaka untuk mengenang kedua abdinya, Dora dan Sembada yang tewas bersama. Huruf Carakan Nglegena tersusun atas 20 huruf dan pasangan, yaitu : Nama Aksara Pasangan Pasangan Khusus ha/a a H ¸ na n N ca c C ra r R ka k K Ñ da f F ta t T Ò sa s S ¹ wa w W la l L Ó pa p P º dha d D Ô ja j J ya y Y nya v V ma m M ga g G ba b B tha q Q Õ nga ...
Hai saya Ari Sucipto. Saya tinggal di kota Cirebon. Saya seorang penggemar musik klasik. Entah itu tarling atau jazz, yang penting klasik. Muka kuno? ya. Tapi itulah kesukaan saya. Tarlingnya bukan tarling yang sekarang. Saya lebih menyukai tarling sezaman Alm. H. Abdul Adjib ketimbang yang sekarang. Saya lebih suka menulis carakan cirebon daripada latin. Terdengar aneh karena mayoritas remaja cirebon tidak mengenal Hanacaraka. Hobi saya ini berbuah manis ketika mendapat Juara 1 Carakan Putra tingkat Provinsi Jabar. Saya sadar sebagai "Tiyang Caruban", saya harus melestarikan budaya yang sudah lestari bertahun-tahun. Tapi saya hanya minoritas. Remaja sekarang lebih senang lagu barat ketimbang lagu daerah (saya sebaliknya). Itulah kenyataan hidup dizaman globalisasi. Itulah saya.
Komentar
Posting Komentar